Menggelar Rembuk Stunting Pemdes Sosokan Cinto Mandi Langsung Salurkan Bantuan Pencegahan

Daerah907 Dilihat

Kabar Babel Online–Pemerintah Desa Sosokan Cinta Mandi, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, melaksanakan musyawarah dan penyaluran bantuan pencegahan Stunting, atau Rembuk Stunting bersama Bidan dan Kader Posyandu . Senin 17/03/2025, di Polindes setempat.

Kegiatan Pencegahan Stunting atau Posyandu Balita dan Ibu Hamil ini termasuk dalam APBDes Tahun Anggaran 2025, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Sub Bidang Kesehatan yaitu Kegiatan Penyelenggaraan Posyandu Balita dan Lansia.

 

Selanjutnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pemberian makanan tambahan pencegahan Stunting untuk Balita dan Ibu Hamil, berupa Telur, Susu, Roti dan makan lainnya. Bertujuan untuk kesehatan Anak dan Balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.

Dikatakan Kepala Desa Sosokan Cinta Mandi Eko Sutarman Hadi yang akrap disapa Tarman, bahwa acara ini menandai langkah awal yang kuat dalam upaya bersama untuk mencapai generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Tarman menjelaskan, dengan dilaksanakan rembuk Stunting ini dapat bersama-sama berbagi data untuk menyatukan gerakan dalam penanganan Stunting kedepannya sebagai ujung tombak pelayanan, Kader RDS, KPM, kader Posyandu serta tenaga kesehatan harus mampu memberikan edukasi dan mengarahkan keluarga untuk memiliki pola pikir hidup sehat dan maju.

“Saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta hasil yang didapatkan dari rembuk Stunting ini dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Desa Sosokan Cinta Mandi” ungkap Kades.

“Karena masalah stunting masih menjadi perhatian secara Nasional yang perlu mendapatkan penanganan guna percepatan penurunan Stunting, khususnya di Desa Sosokan Cinta Mandi. Melalui konvergensi pencegahan Stunting, kita wujudkan sumberdaya manusia yang unggul membangun indonesia maju,” kata Kades.

Tarman menjelaskan tentang permasalahan stunting ini menjadi prioritas Pemerintah dikarenakan masalah ini mempengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak.

“Oleh karena itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor,” tutur Kades.(Rondi).